Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Tuesday, 13 May 2014

Laporan Praktikum Basic Configuration (MK Praktikum jaringan internet semester 4 PTIK UNM)


         A.  Judul Praktikum
Judul Praktikum ini adalah “Basic Configuration” dengan subbab judul:
1.  Konfigurasi IP Address
2.  Scanner IP Address
3.  Sharing
4.  FTP
                              
B. Tujuan Praktikum
Tujuan praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.  Mengetahui cara mengkonfigurasi ip address sebagai langkah awal mengkoneksi computer dijaringan
2.  Mengetahui computer siapa saja yang aktif dijaringan
3.  Melakukan sharing data dan device di jaringan
4.  Mengetahui mode lain dalam menhsharing dan mengakses file sharing di jaringan

sar    C. Dasar Teori
1.   IP Address
a.    Pengertian IP address
            IP address merupakan singkatan dari Internet Protocol Address. Pengertian IP address adalah suatu identitas numerik yang dilabelkan kepada suatu alat seperti komputer, router atau printer yang terdapat dalam suatu jaringan komputer yang menggunakan internet protocol sebagai sarana komunikasi. IP address memiliki dua fungsi, yakni:
1.    Sebagai alat identifikasi host atau antarmuka pada jaringan.
            Fungsi ini diilustrasikan seperti nama orang sebagai suatu metode untuk mengenali siapa orang tersebut. dalam jaringan komputer berlaku hal yang sama.
2.    Sebagai alamat lokasi jaringan.
            Fungsi ini diilustrasikan seperti alamat rumah kita yang menunjukkan lokasi kita berada. Untuk memudahkan pengiriman paket data, maka IP address memuat informasi keberadaannya. Ada rute yang harus dilalui agar data dapat sampai ke komputer yang dituju.
            IP address menggunakan bilangan 32 bit. Sistem ini dikenal dengan nama Internet Protocol version 4 atau IPv4. Saat ini IPv4 masih digunakan meskipun sudah ada IPv6 yang diperkenalkan pada tahun 1995. Hal ini dikarenakan tingginya pertumbuhan jumlah komputer yang terkoneksi ke internet. Maka dibutuhkan alamat yang lebih banyak yang mampu mengidentifikasi banyak anggota jaringan.


b.    Format IP address
            Sebenarnya pengalamatan IP address menggunakan bilangan biner. Namun supaya lebih mudah ditulis dan dibaca oleh manusia, maka IP address ditulis dengan bilangan 4 desimal yang masing-masing dipisahkan oleh titik. Format penulisan ini disebut sebagai dotted-decimal notation. Setiap bilangan desimal merupakan nilai dari satu oktet atau delapan bit alamat IP. Sebagai contoh adalah sebagai berikut:
192.168.1.1
Jika dikonversi menjadi bilangan biner adalah sebagai berikut:
11000000.10101000.1.1

c.  Kelas IP address
            Para administrator jaringan penggagas IP address membaginya menjadi 5 kelas, yakni A, B, C, D dan E. Perbedaan pada tiap kelas tersebut adalah ukuran dan jumlahnya. IP kelas A dipakai oleh jaringan kecil yang memiliki anggota yang sedikit. Lalu berturut-turut B dan C. Sedangkan untuk D dan E adalah alamat IP untuk keperluan eksperimental.

d.  Network ID dan Host ID
            Pembagian kelas IP address diatas didasarkan pada dua hal, yakni network ID dan host ID. Network ID adalah bagian dari IP address yang menunjukkan lokasi jaringan komputer tersebut berada. Sedangkan host ID menunjukkan seluruh host TCP/IP yang lain dalam jaringan tersebut.

2.   PING
            PING singkatan dari Packet Internet Gropher, secara pengertian PING adalah sebuah program utilitas yang digunakan untuk memeriksa konektivitas jaringan berbasis teknologi Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP). Dengan menggunakan utilitas ini, dapat diuji apakah sebuah komputer terhubung dengan komputer lainnya. Hal ini dilakukan dengan cara mengirim sebuah paket kepada alamat IP yang hendak diujicoba konektivitasnya dan menunggu respons darinya. Nama “PING” berasal dari sonar sebuah kapal selam yang sedang aktif, yang sering mengeluarkan bunyi PING ketika menemukan sebuah objek.
            Fungsi dari aplikasi PING adalah:
1.      Untuk troubleshooting jaringan komputer
            Contoh Perintah PING ke www.google.com dari Command Prompt Windows. untuk mengakses PING, klik Start menu Windows – RUN, ketikkan cmd. kemudian ketikkan perintah ping www.google.com.

C:\Documents and Settings\admin>ping www.google.com

Pinging www.l.google.com [72.14.203.104] with 32 bytes of data:

Reply from 72.14.203.104: bytes=32 time=1010ms TTL=244
Reply from 72.14.203.104: bytes=32 time=977ms TTL=244
Reply from 72.14.203.104: bytes=32 time=597ms TTL=244
Reply from 72.14.203.104: bytes=32 time=375ms TTL=244

Ping statistics for 72.14.203.104:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 375ms, Maximum = 1010ms, Average = 739ms

C:\Documents and Settings\admin>

            Arti dari pesan tersebut komputer yang digunakan untuk melakukan PING ke www.google.com terhubung ke internet. dengan statistik 4 paket PING atau ICMP terkirim, dan menerima 4 paket PING, kehilangan paket 0, perkiraan perjalanan paket dalam mili second, lama waktu perjalanan paket paling cepat 375 ms, paling lama 1010 ms, dan rata-ratanya = 1010 + 977 + 597 + 375 = 2941, 2941 dibagi 4 = 735,25 ms, dalam perhitungan sistem Windows dijadikan 739 ms. arti dari round trip adalah perjalan paket PING dari komputer yang digunakan untuk melakukan PING, kemudian ke host server www.google.com kembali lagi ke komputer client, atau secara sederhana diartikan perjalanan pulang pergi.

2.  Mengecek koneksitivitas sebuah host
            Jika paket PING replay berarti host terhubung, jika unreachle maka host kemungkinan besar tidak terhubung, atau ada kabel yang terlepas, atau LAN card mengalami kerusakan.



3.      Mengecek kualitas koneksitivitas jaringan
            Ketika melakukan PING ke sebuah host akan muncul statistik paket lost, jika jaringan yang digunakan dalam keadaan bagus maka paket loss = 0 (0 % loss) atau (nol persen)

Time
Time pada sebuah paket PING mengindikasikan ketersediaan bandwidth yang disediakan untuk paket PING, jika bandwidth PING habis maka statistik dari time, akan semakin besar. pada contoh diatas keadaan paling buruk adalah 1010 ms. biasanya ISP mengalokasikan bandwidth khusus untuk PING ini.

TTL
TTL singkatan dari Time To Live, adalah sebuah ukuran yang menunjukkan identitas sebuah host, nilai PING dari Windows adalah 128, artinya jika TTL 128 sistem operasi yang digunakan adalah Windows XP, untuk mencobanya silakan Anda melakukan PING localhost. di command prompt. setiap melewati 1 router TTL akan di kurangi 1 paket. pada contoh diatas TTL dari www.google.com adalah 244. aslinya tidak 244 berhubung melewati banyak router sehingga sisanya tinggal 244. Seorang administrator handal sebuah paket PING yang melewati router, sang administrator dapat melakukan pengubahan nilai dari TTL ini menjadi nilai-nilai tertentu.

Bytes
Secara default ukuran paket ICMP PING adalah 32 bytes, Anda dapat mengubahnya dengan memberikan opsi ukuran.

3.   Angry IP Scanner 2.21 dan Superscan 4.0
            Angry IP Scanner 2.21 digunakan untuk mengscan IP Address yang aktif di jaringan. Dengan fasilitas ini seorang administrator dapat mengetahui:
a.    IP address yang sudah digunakan dan yang belum
b.    Host name semua PC di jaringan LAN
c.    Group name
d.    Nama user
e.    Nama login
f.     Dll
Superscan 4.0 serupa dengan Ipscan, hanya saja ini lebih bermanfaat untuk mengintai port yang terbuka pada jaringan.

4.   Sharing
            Sharing adalah suatu fasilitas yang digunakan untuk membagi suatu file, perangkat dan koneksi internet untuk digunakan secara bersama-sama dengan tujuan untuk menghemat biaya dan perangkat. Sharing dapat dilakukan terhadap File Dokumen/Software dalam drive atau folder, atau dalam CD-Rom, sharing perangkat: Printer dan CD-Room dan sharing jaringan koneksi internet.
            Untuk Melakukan Sharing ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya:
a.    Jaringan sudah tekoneksi dengan baik
b.    Protokol sharing file dan printer sudah terinstall
c.    Setting Sharing dengan dengan benar.

5.   Ad hoc
            Definisi ad hoc network adalah desentraliasi dari jaringan wireless, disebut ad hoc network karena tidak bergantung pada infrastruktur yang sudah ada, seperti router dalam jaringan kabel ataupun Access Point pada jaringan nirkabel.
Dalam Ad hoc network, setiap node bertugas dalam merouting data kepada node lain, jadi penentuan node mana yang mengirimkan data dibuat secara dinamis berdasarkan konektivitas dari jaringan itu sendiri.

Unduh laporan selengkapnya (langkah kerja, analisa, dan kesimpulan) di sini 

2 komentar:

indrA JAYdi said...
This comment has been removed by the author.
indrA JAYdi said...

Yg makan roti setiap hari di uji dngn soal yg sama dngn org yang makanya yg berlaukan garam saja

Post a Comment

SAHABAT YANG BAIK SENANTIASA MEMBERIKAN KOMENTAR YANG BAIK PULA